Kota Batu, tagarjatim.id – Kota Batu telah berkembang pesat menjadi Kota Wisata paling digandrungi di era sekarang ini. Seakan tak ingin berpuas diri, di era pemerintahan Nurochman-Heli Suyanto, sektor pertanian juga akan digarap maksimal hingga tumbuh pesat seperti sektor pariwisata.
Wali Kota Batu Nurochman menegaskan komitmennya untuk menggarap maksimal sektor pertanian Kota Batu menjadi industri yang berdaya saing global. Dalam tiga bulan pertama kepemimpinannya, mereka fokus mengejar kontrak kerja sama dengan offtaker dan buyer dari luar negeri.
“Tujuannya untuk memastikan produk pertanian Kota Batu memiliki pasar yang luas dan berkelanjutan. Dalam 100 hari pertama ini, kami menargetkan adanya kontrak kerja sama konkret dengan pasar lokal maupun internasional,” papar Cak Nur, Jumat (7/3/2025).
Pemkot Batu juga telah menggandeng berbagai pasar lokal untuk menyerap hasil panen petani. Upaya itu diyakini akan meningkatkan kesejahteraan petani. Serta mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis pertanian yang lebih modern dan terintegrasi.
Produksi pertanian Kota Batu cukup besar dan beragam. Berdasarkan data Kota Batu di Tahun 2025, produksi tanaman petsai atau sawi menjadi yang terbanyak di Kota Batu dengan jumlah mencapai 10.119 ton.
Yaitu 14,38 persen dari total produksi tanaman buah dan sayuran semusim yang mencapai 70.391 ton. Tanaman lainnya dengan produksi terbesar adalah wortel sebanyak 9.122 ton atau 12,96 persen serta tomat yang mencapai 8.407 ton atau 11,94 persen.
Sementara itu, pada jenis tanaman buah-buahan tahunan, jeruk siam/keprok menjadi komoditas utama dengan produksi mencapai 33.711 ton. Kemudian diikuti apel dengan jumlah produksi sebesar 14.028 ton.
Produksi jahe juga mencatat angka tertinggi di antara tanaman biofarmaka lainnya dengan capaian 812,80 ton pada tahun 2024.
“Dengan langkah ini, sektor pertanian Kota Batu diharapkan dapat bangkit dan berkembang menjadi industri yang kompetitif. Serta memberikan kesejahteraan yang lebih baik bagi para petani,” papar Cak Nur.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Batu, Heru Yulianto menambahkan, melihat letak geografis Kota Batu yang berada di kawasan perbukitan, Kota Batu sangat cocok sebagai sentra pertanian. Terlebih juga didukung dengan sumber mata air yang bagus.
“Dari kondisi tersebut, kami siap mendukung dan mensuport para petani. Dukungan ini kamu wujudkan bukan hanya sebuah program, akan tetapi kami juga siap memberikan bantuan kepada petani berupa sarana produksi, sarana angkutan, jaringan irigasi, bantuan bibit dan lainnya. Sehingga dapat meningkatkan produktivitas petani Kota Batu,” tutup Heru.(*)





















