Kota Batu, tagarjatim.id – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan Presiden RI Prabowo Subianto sudah dilaksanakan di beberapa daerah. Namun karena belum mendapatkan petunjuk resmi terkait pelaksanaan makan bergizi, Kota Batu menjadi salah satu daerah yang belum memulai program tersebut.

Wali Kota Batu, Nurochman membenarkan hal itu. Dia mengatakan jika program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Batu masih belum ada tanda-tanda.

“Hingga kini dari pemerintah pusat belum ada petunjuk teknis (juknis) terkait pelaksanaanya,” kata Nurochman pada Kamis (6/2/25).

Kendati demikian, Pemerintah Kota (Pemkot) Batu mengaku siap menjalankan program tersebut kapan saja. Terlebih, proses uji coba melalui program KWB Bergizi telah rampung dilakukan.

“Kami sebetulnya sudah siap untuk menjalankan program tersebut. Ketika retret di Magelang pekan lalu, pak Presiden RI Prabowo juga menegaskan hal itu,” ujarnya.

“Pak Prabowo menyampaikan waktu itu, untuk anggaran MBG semuanya dari pusat. Kami di daerah, hanya diminta untuk bekerjasama dengan pihak ketiga yang mau untuk menjalankan program itu,” imbuh Nurochman.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu, M. Chori menyampaikan, program itu akan dilaksanakan secara bertahap. Dari data Satuan Pelayanan Program Pangan Bergizi (SPPG) nasional program MBG baru dilaksanakan di 181 sekolah sejak dimulai pada 7 Januari lalu.

Pihaknya selama ini sudah memiliki gambaran kebutuhan anggaran untuk realisasi MBG di Kota Batu. Hitungan itu dari pelaksanaan uji coba hampir di semua sekolah secara bergiliran akhir tahun lalu.

“Anggarannya nanti akan menggunakan APBD atau dana sharing dengan pemerintah pusat, kami juga belum tahu,” katanya saat dihubungi pada Kamis (6/2/25).

Sebelumnya, proses uji coba yang telah menyasar 26 ribu siswa di 185 sekolah. Jumlah itu setara dengan 88 persen dari total siswa yang ada di Kota Batu. Chori menyebut, uji coba melalui program KWB Bergizi itu dilakukan menggunakan APBD 2024.

Pemkot menghitung, kebutuhan anggaran per porsi makanan sekitar Rp 15 ribu. Jika dikalikan 31 ribu siswa yang ada, kebutuhan anggaran hariannya yakni Rp 480 juta. Sementara estimasi kebutuhan anggaran per tahunnya mencapai Rp 108 miliar.

Baginya, program tersebut akan membawa banyak dampak terhadap ekonomi daerah. Sejumlah Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berpotensi untuk diberdayakan. Khususnya untuk menyuplai kebutuhan makanan.

“Bisa jadi kita (Kota Batu) akan masuk pada tahap kedua nanti, masih menunggu juknisnya,” tutup Chori.(*)

 

Simak video dibawah ini:
UTD PMI Kabupaten Malang Pastikan Stok Darah Aman di Bulan Ramadan